Optimalisasi pengelolaan zakat dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik di pekanbaru (studi kasus pada baznas kota pekanbaru)
Keywords:
Zakat Management, Productive Zakat Fund DistributionAbstract
BAZNAS Pekanbaru City, as an official institution under the supervision of the government, holds a significant responsibility for managing the zakat potential of Pekanbaru, which is estimated at around 20 billion rupiahs annually. However, in its implementation, BAZNAS Pekanbaru has not yet been able to fully optimize this potential. Several factors contribute to this shortfall, including the low awareness of zakat payment among Pekanbaru residents, insufficient technical action from the government, lack of development and support for institutions related to zakat collection, and the limited number of Zakat Collection Units (UPZ), among other contributing factors. The distribution of productive zakat funds by BAZNAS Pekanbaru is carried out using the grant method. This distribution has played a role in elevating the status of some mustahik (zakat recipients) to become muzakki (zakat payers), although only a small portion has made this transition. Out of 77 mustahik, only 18 have become muzakki (about 1 or 2 per year). Nonetheless, the productive zakat fund distribution carried out by BAZNAS Pekanbaru has been quite effective in increasing the income and improving the economic condition of mustahik.
References
Ahmad, M., dkk. (2006). Pengelolaan Zakat yang Profesional dan Transparan. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
Antara News. (2015). Potensi Zakat di Indonesia Capai Rp217 Triliun. Diakses dari https://www.antaranews.com/
Badan Pusat Statistik (BPS). (2010). Sensus Penduduk Indonesia 2010. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2014). Profil Kemiskinan di Indonesia September 2014. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2015). Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2015. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
BAZNAS Pekanbaru. (2014). Laporan Tahunan Pengelolaan Zakat. Pekanbaru: Badan Amil Zakat Nasional Kota Pekanbaru.
Fatoni, A. (2013). Fikih Zakat dalam Perspektif Kontemporer. Yogyakarta: LKiS.
Hasan, M. (2006). Zakat Produktif: Konsep dan Implementasi. Jakarta: Kencana.
Hasan, M. I. (2006). Zakat: Pilar Kesejahteraan Sosial dalam Islam. Jakarta: Gema Insani.
Maksum, A. (2009). Revitalisasi Fungsi Zakat dalam Pembangunan Ekonomi Umat. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Patilima, H. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Pratama, E. A. (2013). Strategi Pengelolaan Zakat pada BAZ Kota Semarang (Skripsi, Universitas Negeri Semarang). Tidak diterbitkan.
Prayitno, H. (2008). Zakat sebagai Instrumen Pembangunan Ekonomi Umat. Jakarta: Penerbit Salemba.
Qardhawi, Y. (1999). Fiqh al-Zakah. Beirut: Muassasah al-Risalah.
Subekti, I. (2003). Transparansi dan Akuntabilitas Lembaga Zakat. Jakarta: UI Press.
Subekti, I. (2003). Persepsi Masyarakat terhadap Akuntabilitas Lembaga Pengelola Zakat. Jurnal Ekonomi Islam, 5(1), 25–32.
Thamrin, H. (2008). Strategi Pemberdayaan Ekonomi Mustahik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Thamrin, H. (2008). Profesionalisme Pengelolaan Zakat dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (2007). Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Zakat: Studi Kasus Lembaga Amil Zakat di Indonesia. Jakarta: Pusat Studi Ekonomi Islam.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 At-Tajir: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.