Strategi Pengembangan Bisnis Syariah dalam Mewujudkan Bisnis Berkelanjutan

Authors

  • Nabila Sekar Sari Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon image/svg+xml

Keywords:

bisnis syariah, pembangunan keberlanjutan, ekonomi islam, strategi pengembangan, keadilan sosial

Abstract

Di tengah meningkatnya perhatian global terhadapisu keberlanjutan dan keadilan sosial, bisnis syariahhadir sebagai alternatif sistem ekonomi yang tidakhanya berorientasi pada keuntungan, tetapi jugatanggung jawab sosial, etika, dan nilai spiritual. Bisnis syariah yang berlandaskan ajaran Islam menolak praktik merugikan seperti riba daneksploitasi, serta mendorong terwujudnya sistemusaha yang adil, transparan, dan bermanfaat bagisemua pihak. Artikel ini membahas strategipengembangan bisnis syariah dalam mendukungtujuan pembangunan berkelanjutan. Fokus utamanyapada pengintegrasian prinsip syariah dalam aktivitasusaha, penguatan tata kelola dan etika bisnis, pemanfaatan teknologi digital, serta pemberdayaanekonomi masyarakat melalui instrumen sosial Islam seperti zakat, infak, dan wakaf. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif melalui studipustaka, dengan menggali berbagai sumberakademik relevan dan menggambarkan hubunganerat antara nilai Islam dan prinsip berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bisnis syariahsangat mungkin menjadi sistem ekonomi solutif di tengah berbagai tantangan zaman. Ketika dikelolasecara serius, bisnis syariah tak hanya menciptakankeuntungan halal, tetapi juga membentuk pola usahayang menjunjung kemanusiaan, menjagalingkungan, dan memperkuat kesejahteraanbersama. Oleh karena itu, strategi pengembanganbisnis syariah perlu terus digalakkan sebagai bagiandari upaya membangun ekonomi yang tidak hanyakuat secara finansial, tetapi juga adil, beretika, danberkelanjutan di masa depan.

 

References

Al-Qaradawi, Y. (1999). Fiqh al-Zakat. Beirut: Muassasah al-Risalah.

Antonio, M. S. (2001). Bank syariah: Dari teori ke praktik. Gema Insani

Ascarya. (2021). Digitalisasi keuangan syariah: Tantangan dan peluang. Jurnal ekonomi Islam, 12(2), 113-125.

Chapra, M. U. (2000). The future of economics: An Islamc perspective. The Islamic Foundation.

Dusuki, A. W. (2008). Understanding the objectives of Islamic banking: A survey of stakeholders’ perspectives. International Jounal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 1(2), 132-148. https://doi.org/10.1108/17538390810880952

Farook, S., & Farooq,M. (2011). Shariah Governance, Expertise and Profession: Educational Challenges in Islamic Finance. ISRA Internasional Journal of Islamic Finance, 3(2), 137-156.

Haniffa, R., & Hudaib, M. (2007). Exploring the ethical Identity of Islamic Banks via Communication in Annual Reports. Journal of Business Ethics, 76(1), 97–116.

Iqbal, Z., & Mirakhor, A. (2007). An Introduction to Islamic Finance: Theory and Practice. Singapore: John Wiley & Sons.

Kamla, R., & Haque, F. (2019). Islamic Accounting, Neo-imperialism and Identity Stagnation. Critical Perspectives on Accounting, 62, 101–113.

Otoritas Jasa Keuangan. (2021). Roadmap Keuangan Syariah Indonesia 2020–2025. Jakarta: OJK.

Rifki Ismal. (2013). Islamic Banking in Indonesia: Lessons Learned. Jakarta: Bank Indonesia.

UNDP Indonesia. (2020). Islamic Finance and SDGs: Unlocking the Potential. Jakarta: United Nations Development Programme.

Zahra, S. A., Gedajlovic, E., Neubaum, D. O., & Shulman, J. M. (2009). Corporate social responsibility, ethics, and social enterprises: Antecedents and effectiveness. Journal of Business Ethics, 89(3), 319-333. https://doi.org/10.1007/s10551-008-0009-4

Downloads

Published

2025-02-25

How to Cite

Strategi Pengembangan Bisnis Syariah dalam Mewujudkan Bisnis Berkelanjutan . (2025). At-Tajir: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah, 2(2), 207-221. https://ejournal.alkifayahriau.ac.id/attajir/article/view/419

Similar Articles

1-10 of 56

You may also start an advanced similarity search for this article.