INOVASI GURU PAUD DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK MELALUI PLACE-BASED EDUCATION: MENGENAL HEWAN DAN TUMBUHAN DI PERMUKIMAN SEKITAR TK JAUHARUSSA'ADAH
Keywords:
Place-Based Education, Pembelajaran Tematik, PAUD, Lingkungan Alam, Hewan dan TumbuhanAbstract
Abstract:
Thematic learning in kindergarten requires a holistic and contextual approach so that children can build meaningful understanding. This study aims to describe the implementation of Place-Based Education (PBE) as an innovation by TK Jauharussa'adah teachers in thematic learning about animals and plants through direct exploration in the residential area surrounding the school. A qualitative descriptive method with a case study approach was employed. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the PBE approach successfully enhanced children's active engagement and developed their cognitive, language, social-emotional, and motor abilities in an integrated manner within a single learning theme. Children were able to recognize various types of animals and plants directly, name them, understand their functions, and develop environmental awareness from an early age. The study concludes that utilizing the residential environment as a learning resource within the PBE framework is an effective innovation in realizing meaningful, enjoyable thematic learning aligned with early childhood development.
Abstrak:
Pembelajaran tematik di Taman Kanak-Kanak (TK) menuntut pendekatan yang holistik dan kontekstual agar anak dapat membangun pemahaman yang bermakna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Place-Based Education (PBE) sebagai inovasi guru TK Jauharussa'adah dalam pembelajaran tematik mengenal hewan dan tumbuhan melalui eksplorasi langsung di permukiman warga sekitar sekolah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan PBE yang diterapkan guru berhasil meningkatkan keterlibatan aktif anak, mengembangkan kemampuan kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan motorik secara terintegrasi dalam satu tema pembelajaran. Anak mampu mengenal berbagai jenis hewan dan tumbuhan secara langsung, menyebutkan nama, fungsi, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan lingkungan permukiman sebagai sumber belajar dalam kerangka PBE merupakan inovasi yang efektif dalam mewujudkan pembelajaran tematik yang bermakna, menyenangkan, dan sesuai dengan perkembangan anak usia dini.
References
Achmad, S., Mashuri, S., & Rosmawati, R. (2024). Pelatihan pemanfaatan lingkungan alam sekitar sebagai media dan sumber belajar bagi guru anak usia dini. Jurnal Pengabdian Masyarakat PAUD, 5(1), 12–25. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.567
Anggraini, W., Syafril, S., & Fahrudin, A. (2022). Aktivitas luar kelas (outdoor learning) dalam menstimulasi kreativitas anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 10(2), 145–154. https://doi.org/10.23887/paud.v10i2.45612
Choiri, M. (2017). Strategi guru dalam memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar anak di Taman Kanak-Kanak. Jurnal Educhild: Pendidikan dan Pembelajaran, 6(1), 33–42. https://doi.org/10.33574/educhild.v6i1.789
Ekawati, Y. (2024). Pembelajaran berbasis tempat (Place-Based Education) sebagai inovasi kurikulum kontekstual di Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Inovasi Kurikulum, 21(1), 89–102. https://doi.org/10.17509/jik.v21i1.65432
Farina, N. (2025). Pembelajaran berbasis alam di PAUD pedesaan: Peran guru sebagai fasilitator dan sinergi komunitas lokal. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 312–326. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i2.8901
Hasanah, U., & Wahyudi, A. (2024). Kemitraan masyarakat dan satuan PAUD dalam mengoptimalkan Place-Based Education di pekarangan pemukiman. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 11(1), 45–58. https://doi.org/10.21831/jppm.v11i1.67890
Jannah, M., & Harun, H. (2023). Membebaskan anak usia dini dari beban lembar kerja siswa (LKS): Analisis implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal PAUD Agapedia, 7(2), 112–124. https://doi.org/10.17509/jpa.v7i2.54321
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
Lailan, S. (2023). Pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah sebagai upaya mengatasi keterbatasan media pembelajaran di TK. Jurnal Pendidikan Anak, 12(1), 67–76. https://doi.org/10.21831/jpa.v12i1.56473
Majid, A. (2017). Pembelajaran tematik terpadu. PT Remaja Rosdakarya.
Mayar, F., Syahrul, S., & Yulsyofriend, Y. (2022). Pengaruh penggunaan lingkungan sekitar terhadap kreativitas dan kemampuan kognitif anak usia dini. Jurnal Basicedu, 6(4), 6720–6729. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3214
Miftah, Z., & Syamsurijal, S. (2023). Lingkungan pendidikan outdoor dan pengaruhnya terhadap pemahaman konsep serta karakter anak. Jurnal Ilmiah VISI PGTK PAUD dan Dikmas, 18(2), 101–112. https://doi.org/10.21009/jiv.1802.4
Ningsih, W. (2024). Strategi Penanaman nilai-nilai agama Islam dalam pembentukan karakter dan etika anak usia dini. Indonesian Research Journal on Education, 4 (1), 332–342.
Prastowo, A. (2019). Analisis pembelajaran tematik terpadu dan asesmen autentik dalam rapor Kurikulum 2013. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(1), 34–48. https://doi.org/10.21009/jpd.101.04
Rachmawati, N. (2022). Manajemen risiko keselamatan (safety risk management) pada aktivitas outdoor learning anak usia dini. Jurnal Manajemen Pendidikan PAUD, 4(2), 88–97. https://doi.org/10.17509/jmpp.v4i2.43210
Sanjaya, R., Hermansyah, H., & Pratama, M. A. (2023). Efektivitas evaluasi pembelajaran luar kelas berbasis alam terhadap retensi memori anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Nusantara, 6(2), 154–166. https://doi.org/10.29407/jpaun.v6i2.20345
Sere, M., Sukardi, S., & Yutmini, S. (2025). Pengalaman multisensori melalui pemanfaatan bahan alam untuk stimulasi aspek perkembangan holistik anak usia dini. Jurnal Pendidikan Sains dan Perkembangan Anak, 3(1), 23–38. https://doi.org/10.31004/jpspa.v3i1.1234
Setiati, T. (2023). Peningkatkan penguasaan konsep sains tematik siswa melalui pemanfaatan lingkungan sekitar pekarangan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(2), 210–221. https://doi.org/10.30659/pendas.8.2.210-221
Suryana, D. (2021). Asesmen perkembangan anak usia dini berbasis autentik dalam program merdeka belajar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 9345–9356. https://doi.org/10.31004/jptam.v5i3.2456
Wahyuni, S. (2020). Flexibility control: Keterampilan mitigasi waktu guru dalam desain pembelajaran luar kelas. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 8(2), 134–145. https://doi.org/10.21831/jamp.v8i2.31245
Warwey, A., & Santoso, P. (2023). Pendekatan Place-Based Education (PBE) dalam membangun pemahaman konsep riil anak usia dini. Jurnal Pendidikan Kontekstual, 7(1), 45–54. https://doi.org/10.32550/jpk.v7i1.889
Yulianti, D. (2018). Strategi pembelajaran berbasis lingkungan untuk meningkatkan motivasi intrinsik dan pemahaman konsep anak usia dini. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 12(2), 201–210. https://doi.org/10.21009/JPUD.122.01