Perempuan dan Moderasi Beragama: Potensi dan Tantangan Perempuan dalam Mewujudkan Moderasi Beragama dalam Pendidikan Islam

Authors

  • Haryuni Hariati STAI Al-Kifayah Riau

Keywords:

Women;Religiuos;Moderation; Potential

Abstract

Dalam mewujudkan moderasi beragama diperlukan peran aktif dari semua pihak, termasuk kaum perempuan. Perempuan memiliki potensi dalam menyemai benih moderasi beragama, namun memiliki hambatan dalam memaksimalkan potensi tersebut. Penelitian ini akan mengkaji potensi perempuan dalam mewujudkan moderasi beragama serta bagaimana memaksimalkan potensi itu di tengah berbagai tantangannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang merujuk pada data-data kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran istri dan ibu yang melekat pada perempuan menjadi modal dasar dalam menyemai benih-benih moderasi dalam keluarga. Selanjutnya, ada beberapa faktor yang dapat menghambat potensi perempuan tersebut seperti terjadinya kesenjangan gender, subordinasi, peran ganda dan streotip gender. Guna memaksimalkan potensi perempuan dalam mewujudkan moderasi beragama di Indonesia maka diperlukan beberapa faktor pendukung yaitu menyediakan lingkungan yang kondusif, melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan strategis, menyediakan akses bagi perempuan untuk memperoleh informasi dan menyediakan tempat ramah bagi perempuan.

References

Chapnick. (n.d.). The Golden Age. International Journal, 1, 205–221.

Departemen Agama RI. (n.d.). Moderasi Islam. Lajnah Pentashihahn Mushaf Al-Qur’an.

Evelina, L. W. (2015). Analisis Isu S (Suku) A (Agama) R (Ras) A (Antar Golongan) di Media Social Indonesia. Jurnal ULTIMA Comm, 7(1), 107–122. https://doi.org/10.31937/ultimacomm.v7i1.426

Hatta. (2006). Keyonote Speaker pada Sarasehan Nasional Jaringan Kekerabatan Antropologi Indonesia. Jurnal Antropologi Sosial Budaya, II(1), 17–18.

Jailani, M. S. (2014). Teori Pendidikan Keluarga dan Tanggung Jawab Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 245–260. https://doi.org/10.21580/nw.2014.8.2.580

Nugroho, H. (1997). Dekonstruksi Wacana SARA Negara dan Implikasinya Terhadap Kemajemukan Masyarakat Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Poltik, 1(2), 1–12.

Rianawati, R. (2014). Peran Ibu dalam Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Menurut Pandangan Islam. Raheema, 1(1). https://doi.org/10.24260/raheema.v1i1.146

Riniti Rahayu, L., & Surya Wedra Lesmana, P. (2020). Potensi Peran Perempuan dalam Mewujudkan Moderasi Beragama di Indonesia. Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya, 20(1), 31. https://doi.org/10.24843/pjiib.2020.v20.i01.p05

Samsidar. (2019). Peran Ganda Wanita dalam Rumah Tangga. An Nisa’, Vol. 12,(2), 655–663.

Surahman, B. (2019). Peran Ibu terhadap Masa Depan Anak Info Artikel and Kids future Kata Kunci Abstrak Pendahuluan Ibu adalah orang tua pertama yang dikejar oleh anak , karena orang yang baik , sehingga ibu perkataan maupun perbuatan mengarah kepada kejujuran . Setelah anak. Jurnal Hawa, 1.

Zuhdi, S. (2019). Membincang Peran Ganda Perempuan Dalam Masyarakat Industri. Jurnal Jurisprudence, 8(2), 81–86. https://doi.org/10.23917/jurisprudence.v8i2.7327

Downloads

Published

2023-08-31

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)